Hands-on Overclocking & Review: G.Skill SniperX DDR4-3600CL19 16GB Kit (2x 8GB)

Reading time:
July 13, 2018

Deteksi IC & XMP

SPD ( CPU-Z)

SniperX 3600CL19 3600C19 SPD

 

XMP Speed (CPU-Z) SniperX 3600CL19 3600C19

 

Thaiphoon Burner 

SniperX 3600CL19 Thaiphoon

 

Seperti yang kami sebut di halaman sebelumnya, RAM ini di-rating cukup tinggi pada 1800Mhz (DDR4-3600) , meski timing-nya agak longgar pada 19-19-19-39 (CAS-TRCD-TRP-TRAS). Sedikit di luar dugaan kami, ternyata RAM dengan frekuensi ini menggunakan chip (IC) Hynix 8 C-die Gbit, bukan Samsung B-die seperti yang biasa digunakan RAM high-end. Ram ini sendiri merupakan dual-channel kit, dengan per modul-nya menggunakan konfigurasi Single Rank, 8 IC per modul.

 

Manual Overclocking – 1.45v VDIMM

Saat mencoba melakukan overclocking dengan menjaga VDimm pada maksimal di 1.45v(batas aman harian) , kami mendapati karakteristik unik, bahwa RAM ini nampak tidak cocok untuk penggunaan timing ketat.

Maks Bootable 14-14-14-34: DDR4-2666

SniperX 3600CL19 2666C14

 

Maks Bootable 16-16-16-36: DDR4-2933 SniperX 3600CL19 2933C16

 

Maks Bootable Very Loose Timing 19-25-25-45: DDR4-4500 !

SniperX 3600CL19 4500
*klik untuk memperbesar

 

Saat timing 14-14-14 dan 16-16-16 digunakan, RAM ini hanya bisa mencapai kecepatan relatif rendah, yakni DDR4-2666 (14-14-14) dan DDR4-2933 (16-16-16), namun ketika timing-nya dilonggarkan ke 19-25-25-45, RAM kami bisa melakukan booting pada DDR4-4500! Ini merupakan sebuah karakteristik yang sangat berbeda dengan kebanyakan RAM dengan IC Samsung B-die pada umumnya, dan berarti RAM ini membutuhkan Frekuensi Tinggi dan Timing Longgar untuk mencapai titik performa Optimalnya.

 

Sweet Spot: DDR4-4000

Kami lantas mencoba melakukan tuning ke DDR4-4000 dan menguji performa RAM dengan Geekbench 3. Untuk bisa booting dengan stabil pada DDR4-4000, kami membutuhkan timing 18-22-22-42. Sayangnya, pada frekuensi setinggi ini, ada beberapa sub-timing yang harus diset manual untuk menjaga performa tetap tinggi (Motherboard akan memberikan kompensasi dengan melonggarkan timing pada frekuensi tinggi untuk menjaga kestabilan).

 

Berikut setting BIOS yang kami jalankan:

SniperX 3600CL19 BIOS OC SniperX 3600CL19 BIOS OC 00

Setting CPU SA dan IO voltage kami berikan agak tinggi di 1.4v (batas atas harian) karena memory controller pada CPU kami tidak terlalu bagus. Rata-rata i5-8600K dengan memory controller baik akan mudah mencapai DDR4-4000 dengan SA/IO Voltage 1.35v atau kurang.

Ini bedanya Sub-timing AUTO dan MANUAL

DDR4-4000 18-22-22-42, SubTiming AUTO: Memory Score 6513

 

SniperX 3600CL19 4000C18 SubAUTO
*klik untuk memperbesar

 

DDR4-4000 18-22-22-42, SubTiming MANUAL: Memory Score 6862

SniperX 3600CL19 4000C18 SubTweaked
*klik untuk memperbesar

 

Stability Test: MemTest @ DDR4-4000

Kami menjalankan pengujian stability kurang lebih selama 24 jam (ya, Anda tidak salah baca :p) dengan program MemTest, untuk memastikan bahwa DDR4-4000 1.45v yang kami jalankan stabil. Berikut screenshotnya:

4000C18 Stability
*klik untuk memperbesar

 

Performance Test & Kesimpulan

Berikut performa sistem pada berbagai konfigurasi, kami juga menyertakan nilai benchmark sistem pada saat default(DDR4-2133) dan juga sebuah nilai G.Skill TridentZ RGB DDR4-3200CL16 sebagai pembanding:

Result SniperX 3600CL19
*klik untuk memperbesar

Nampak jelas bahwa meskipun frekuensi-nya longgar, DDR4-3600 19-19-19-39 pada SniperX tetap lebih superior dibanding kecepatan DDR4-3200 16-16-16. Performa gaming yang dimiliki G.Skill SniperX DDR4-3600CL19 kurang lebih lebih kencang 30% dibandingkan mode default DDR4-2133. Overclocking ke DDR4-4000 18-22-22-42 juga masih memberikan peningkatan performa sedikit lagi.

SniperX 3600C19 05

Secara umum, dengan perbedaan harga yang tidak begitu jauh dengan solusi RAM DDR4-3200 sejenis dari G.Skill, kami melihat SniperX DDR4-3600 CL19 ini sebuah alternatif yang menarik, terutama bagi Anda pengguna Z370 dan Coffee Lake. Memang, IC yang digunakannya nampak tidak terlalu cocok digunakan bermain timing ketat, namun kemampuan frekuensi tinggi yang dimilikinya mampu memberikan kompensasi performa (dan terbukti mengalahkan DDR4-3200 CL16).

Ini sebabnya G.Skill menujukan RAM tersebut untuk platform Coffee Lake dengan kompatibilitas memory controller yang ‘ramah’ pada RAM kecepatan tinggi. Kami sendiri memperhitungkan bahwa RAM ini akan agak sulit dijalankan pada beberapa memory controller CPU Skylake yang agak ‘lemah’ dengan motherboard 4-layer PCB murah, atau platform Ryzen AM4 dan Haswell-E LGA2011-v3 yang memiliki kisaran operasional RAM di DDR4-3200 hingga DDR4-3300an.

Saat artikel ini dirilis, ini adalah DDR4 kit dengan IC Hynix pertama kami yang bisa berjalan dengan mudah pada DDR4-3600, dan juga menjalankan test stability pada DDR4-4000. Perlu dicatat juga bahwa kami bisa mencapai kecepatan DDR4-4500 dual-channel, sebuah ‘prestasi’ yang umumnya disandang pengguna IC Samsung high-binned. Kami tidak bisa mencapai kestabilan pada DDR4-4500, namun kami masih belum tahu apakah ini limitasi IC RAM, atau memory controller kami. Cukup menyenangkan melihat bahwa Hynix yang kadang mendapat predikat buruk sebagai ‘RAM susah di-overclock’ untuk merilis IC dengan kemampuan seperti ini – pastinya sekarang akan makin banyak pilihan bagi PC enthusiast.

Pengujian RAM kami sampai di sini, sampai jumpa di pengujian overclocking berikutnya!

 

 

Load Comments

Extreme OC

February 23, 2021 - 0

Review Cooler Master ML360 SUB-ZERO (+ Overclocking Core i9-10900K @ 6 Ghz )

Review Cooler Master ML360 SUB-ZERO (English Version) Cooling in a…
November 28, 2019 - 0

Overclocking Extreme AMD 3rd Gen Ryzen Threadripper 3970X : Rekor Dunia Berjatuhan!

Setelah mengumumkan kemunculannya pada awal November ini, AMD akhirnya meluncurkan…
September 16, 2019 - 0

Overclocking RAM di MSI MPG Z390I Gaming Edge AC : Motherboard Pemecah Rekor DDR4-6000

Lebih Dekat Dengan MSI Z390I Gaming Edge AC Link Produk…
October 10, 2018 - 0

Overclocking Review Gigabyte Z390 AORUS MASTER : Watercooling + LN2 Cooling

Tampilan Fisik – VRM – Cooling Spesifikasi Singkat VRM –…

Easy OC

December 19, 2020 - 0

Easy Overclocking Intel Core i5-10600K & Core i7-10700K

Prosesor Intel Core 10th Gen ‘Comet Lake’ merupakan prosesor yang…
October 11, 2018 - 0

Hands-On Feature: Asus ROG AI Overclocking (di ROG Maximus XI Hero Wi-Fi)

BIOS Option – AI Overclocking Pada bagian ini kami akan…
February 16, 2018 - 0

Overclocking RAM Murah dan Mudah: Memory Try It pada MSI A320M Pro-VD/S (Ryzen 3 2200G ‘Raven Ridge’)

Memory Try It Secara singkat, Memory Try It adalah sebuah…
August 21, 2017 - 0

Easy OC Core i9-7900X di MSI X299 Tomahawk Arctic: Enhanced Turbo dan GameBoost

Test – CPU OC Performance Pada keadaan default, Core i9-7900X…

General OC

August 5, 2021 - 0

Test : Overclocking IGP Radeon Vega (Ryzen 7 5700G) di MSI B550I GAMING EGDE WIFI

Prosesor Ryzen 5000 G-series ‘Cezanne’ baru saja hadir untuk DIY…
June 9, 2021 - 0

G.Skill rilis Trident Z Royal Elite DDR4-4000 CL14 32 GB Kit : Kapasitas Besar, Frekuensi Tinggi, Latency Ketat

Sebagai produsen RAM yang nampaknya tidak berhenti mengejar performa tertinggi,…
April 17, 2021 - 0

G.Skill Umumkan Trident Z Royal Elite : Sampai Kecepatan DDR4-5333 CL22

G.Skill, produsen RAM ternama yang terkenal dengan kemampuan overclocking-nya, mengumumkan…
March 30, 2021 - 0

Overclocking & Hands-on Review : Gigabyte Z590I AORUS ULTRA Mini-ITX (di Core i7-10700K)

Generasi motherboard next-gen dari Intel sudah mulai berdatangan, dan ini…