Hands-on Review: Noctua NF-A12x25 PWM (di Noctua NH-U12S HSF & Corsair H105 AIO)

Reading time:
March 13, 2020

Dalam konteks kipas pendingin komputer, kata ‘dingin’ dan ‘sunyi’ biasanya sulit ditemukan berbarengan. Namun kedua karakteristik tersebut adalah hal yang menjadi selling point sebuah brand bernama Noctua, yang mengincar pendinginan maksimal, sembari menekan kebisingan serendah mungkin.

Berbeda dengan vendor pendingin lain yang memilih untuk mengisi fan lama mereka dengan RGB LED, Noctua memilih untuk melakukan riset selama lebih dari 4 tahun untuk mengembangkan sebuah kipas berperforma tinggi dengan noise rendah. Fan tersebut bernama Noctua NF-A12x25,

Tentu, sebagai overclocker yang seringkali harus menjaga suhu komponen pada batas tertentu, performa sebuah fan pendingin akan jadi krusial. Dapatkah kipas NF-A12x25 menunjukkan performa-nya pada lingkungan PC Desktop high-performance yang di-overclock?  Itu yang akan kami uji kali ini!

(Special thanks to Noctua for the NF-A12x25 test samples)

 

Secara spesifik, fan Noctua yang kami uji adalah versi 4-pin PWM, yakni NF-A12x25 PWM

 

Pengujian oleh Ivan Rachmatyah Akbar ‘IvanCupa’

Penulisan dan Editing oleh Alva Jonathan ‘Lucky_n00b’

Spesifikasi & Gallery

Kemasan & Paket Penjualan

Paket Penjualan Noctua NF-A12x25 PWM nampak menunjukkan status fan ini sebagai fan premium, dengan jumlah perlengkapan yang melimpah(mulai dari extension cable, y-cable, sampai low-noise adapter), yang bisa Anda lihat berikut ini:

 

NFA12x25 DSC05952 HD
Perlengkapan *klik untuk memperbesar

 

NFA12x25 DSC05954s
List Perlengkapan & Garansi 6 Tahun

 

4-Pin PWM Control + Low Noise Adaptor

NF-A12x25 PWM yang kami uji memiliki konektor 4-pin yang bisa dikontrol duty cycle-nya dengan PWM control pada motherboard yang mendukung. Anda yang tidak menggunakan fan ini pada sebuah konektor dengan PWM control masih bisa menurunkan speed dengan LNA (low noise adaptor) yang disertakan.

NFA12x25 DSC05958s

 

 

Low-noise Adaptor (LNA) – menurunkan rating RPM fan maksimal dari 2000 RPM ke 1700 RPM

 

Spesifikasi & Tampilan Fan dibanding Generasi Sebelumnya

NFA12x25 Compare
Kiri-Kanan: NF-F12, NF-A12x25, NF-F12 iPPC *klik untuk memperbesar

 

Noctua NF-A12x25 merupakan fan 12cm yang memiliki karakteristik performa dan noise lebih baik dari generasi sebelum-nya, seperti NF-F12 (NF-F12 umum dipaketkan pada cooler seperti Noctua NH-U12S).

NF-F12 sendiri menargetkan tingkat RPM pada sekitar 1500-an (versi 2000-3000 RPM ada pada versi industrial / iPPC yang relatif lebih bising), sedangkan NF-A12x25 memiliki rating 2000 RPM (bisa menjadi 1700 RPM dengan low-noise adapter).

Yang menarik, Noctua NF-A12x25 mencapai 2000 RPM tersebut dengan rating kebisingan yang serupa dengan NF-F12 di 1500 RPM. Berikut spesifikasi singkat seputar airflow/static pressure yang ada di kemasan:

 

Spesifikasi lengkap Noctua NF-A12x25 (Website Resmi Noctua)

 

Airflow vs Pressure?

Umumnya, fan akan dioptimalkan untuk menangani satu dari 2 kriteria: airflow, atau pressure.

Fan dengan fokus pada airflow cocok digunakan sebagai case fan yang bertujuan memindahkan banyak volume udara tanpa tahanan yang berarti, sedangkan fan dengan fokus pada pressure akan lebih cocok dipasang untuk ‘membuang’ panas pada heatsink atau radiator dengan kepadatan fin-per-inch tinggi.

Noctua sendiri mendesain NF-A12x25 untuk menjadi sebuah solusi all-rounder, yang bisa memenuhi kebutuhan skenario airflow dan pressure sekaligus.

Noctua 12cmFanSeries
Airflow vs Pressure (sumber : Noctua) *klik untuk memperbesar

 

 

Ultra-tight Tip Clearance

Satu hal lain yang juga menjadi highlight pada NF-A12x25 adalah ultra-tight tip clearance. Di sini, Noctua mencoba mengecilkan jarak antara blade tip dari kipas dengan frame. Ini akan memaksimalkan performa fan tersebut dalam ‘mendorong’ udara seefisien mungkin dengan meminimasi back pressure yang terjadi pada skenario penggunaan di heatsink dan radiator.

Dengan desain seperti ini, Noctua mengklaim bahwa NF-A12x25 memiliki clearance (jarak) rata-rata sekitar 0.5mm ke frame, dimana rata-rata fan lain memiliki jarak 1.5 – 3mm.

 

 

Sayangnya, ini menimbulkan masalah baru, dimana kebanyakan kipas akan ‘melebar’ ke samping akibat centrifugal force saat beroperasi, terutama di RPM tinggi.

Solusi dari masalah ini ditangani Noctua dari berbagai aspek, mulai dari menggunakan metal reinforcement pada bagian fan motor hub untuk meningkatkan stabilitas fan saat beroperasi, sampai menggunakan material kipas baru yang bernama Sterrox LCP(Liquid Crystal Polymer) yang cenderung lebih rigid dibandingkan material PBT yang umum mereka gunakan pada fan.

 

 

(Untuk Informasi lebih lengkap seputar detil teknis dari desain fan baru ini, Anda bisa mengunjungi page berikut ini : NF-A12x25: Technical backgrounds and manufacturing challenges )

 

 

Versi Lain : FLX & ULN

Selain versi PWM yang kami uji , Noctua mendesain varian lain untuk NF-A12x25, yakni versi FLX dan ULN.

 

4-pin PWM vs 3-pin

Versi PWM 4-pin (kiri), versi ULN dan FLX 3-pin (kanan)

 

Salah satu perbedaan utamanya adalah tipe konektor, dimana versi PWM adalah 4-pin (dengan metode kontrol PWM), sedangkan FLX dan ULN adalah 3-pin.

 

FLX : Perlengkapan Ekstra

Fan versi FLX juga menawarkan bonus perlengkapan berupa:

  • Ultra-low noise adaptor (ULNA)
  • 4-pin Molex to 3-poin adapter cable

 

Berbeda dengan low noise adaptor biasa (LNA), versi FLX memiliki adaptor Ultra Low Noise yang akan menjalankan fan ini pada 1300-1350 RPM. Tapi perlu diingat, versi FLX akan memiliki full-speed di 2000 RPM, sama seperti versi PWM.

 

ULN : Mode Ultra Low-noise 1200 RPM

NFA12x25 ULN

Yang juga menjadi pembeda utama versi ULN adalah fan ini pada 100% setting hanya akan beroperasi pada 1200 RPM, bukan 2000 RPM seperti versi PWM dan FLX saat full speed.

 

 

Halaman berikutnya : Metode Pengujian (Penting!)

 

Load Comments

Extreme OC

February 23, 2021 - 0

Review Cooler Master ML360 SUB-ZERO (+ Overclocking Core i9-10900K @ 6 Ghz )

Pendingin pada komputer umumnya akan menjaga suhu perangkat komputer dalam…
November 28, 2019 - 0

Overclocking Extreme AMD 3rd Gen Ryzen Threadripper 3970X : Rekor Dunia Berjatuhan!

Setelah mengumumkan kemunculannya pada awal November ini, AMD akhirnya meluncurkan…
September 16, 2019 - 0

Overclocking RAM di MSI MPG Z390I Gaming Edge AC : Motherboard Pemecah Rekor DDR4-6000

Tanggal 10 September 2019 ini, sebuah milestone baru tercapai pada…
October 10, 2018 - 0

Overclocking Review Gigabyte Z390 AORUS MASTER : Watercooling + LN2 Cooling

Menyambut kedatangan prosesor Core i 9th Gen, Intel merilis sebuah…

Easy OC

December 19, 2020 - 0

Easy Overclocking Intel Core i5-10600K & Core i7-10700K

Prosesor Intel Core 10th Gen ‘Comet Lake’ merupakan prosesor yang…
October 11, 2018 - 0

Hands-On Feature: Asus ROG AI Overclocking (di ROG Maximus XI Hero Wi-Fi)

Setelah sebelumnya kami melakukan hands-on motherboard ROG Maximus XI Hero…
February 16, 2018 - 0

Overclocking RAM Murah dan Mudah: Memory Try It pada MSI A320M Pro-VD/S (Ryzen 3 2200G ‘Raven Ridge’)

  Overclocking RAM dengan chipset A320? Kenapa Tidak? Saat ini,…
August 21, 2017 - 0

Easy OC Core i9-7900X di MSI X299 Tomahawk Arctic: Enhanced Turbo dan GameBoost

Sejauh ini, solusi prosesor Intel untuk kelas Enthusiast pada harga…

General OC

August 5, 2021 - 0

Test : Overclocking IGP Radeon Vega (Ryzen 7 5700G) di MSI B550I GAMING EGDE WIFI

Prosesor Ryzen 5000 G-series ‘Cezanne’ baru saja hadir untuk DIY…
June 9, 2021 - 0

G.Skill rilis Trident Z Royal Elite DDR4-4000 CL14 32 GB Kit : Kapasitas Besar, Frekuensi Tinggi, Latency Ketat

Sebagai produsen RAM yang nampaknya tidak berhenti mengejar performa tertinggi,…
April 17, 2021 - 0

G.Skill Umumkan Trident Z Royal Elite : Sampai Kecepatan DDR4-5333 CL22

G.Skill, produsen RAM ternama yang terkenal dengan kemampuan overclocking-nya, mengumumkan…
March 30, 2021 - 0

Overclocking & Hands-on Review : Gigabyte Z590I AORUS ULTRA Mini-ITX (di Core i7-10700K)

Generasi motherboard next-gen dari Intel sudah mulai berdatangan, dan ini…