in: Competition - News | August 30, 2017 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

AOCT 2017 A New Challenge: Official Hardware & Benchmark

AOCT2017_Poster

Kompetisi Overclocking AOCT (Amateur Overclocking Tournament) adalah salah satu turnamen overclocking terbesar di Indonesia yang mempertandingkan para overclocker Amatir dari seluruh penjuru Nusantara, yang diadakan sejak tahun 2012 lalu. Kompetisi ini juga didukung oleh berbagai vendor hardware ternama yang sudah mempersiapkan hardware mereka untuk di-overclock setinggi-tingginya.

Mengenal AOCT

AOCT 2015 jabodetabek 1

Untuk mengenal AOCT lebih dekat, kami sarankan Anda melihat sekilas info seputar AOCT tahun lalu, dengan mengunjungi link berikut ini.

Kompetisi Overclocking Itu Apa?

Test-Logo

Anda yang belum mengenal overclocking dari segi kompetisi, bisa membaca artikel kami berikut ini untuk penjelasan lebih lengkap

Berikut ini adalah ulasan singkat seputar hardware yang akan kami gunakan untuk kompetisi AOCT 2017:

 

Prosesor: Intel Core i5-7600K ‘Kaby Lake’

Corei5_7600K_5200

Beberapa Core i5 Kaby Lake dapat beroperasi di clockspeed 5.2Ghz dan masih bisa stabil menjalankan benchmark!

AOCT 2015-2016 lalu menggunakan prosesor Intel ‘Skylake’ (baik Core i7 maupun Core i5), dan di Tahun 2017 ini Intel meminjamkan sejumlah prosesor Intel Core i5-7600K ‘Kaby Lake’ untuk dipaksa hingga batas maksimalnya. Kaby Lake umumnya memiliki clockspeed range yang lebih baik 200-300Mhz dari Skylake, membuat kebanyakan prosesor Kaby Lake bisa menyentuh angka 5 Ghz atau lebih dengan mudah, meski masih menggunakan aircooling!

 

Integrated Graphics: Intel HD Graphics 630

Intel_HD_Graphics

Intel HD Graphics – di kecepatan 1300Mhz kurang lebih setara Kartu Grafis NVIDIA GeForce GT 630

Intel HD Graphics 630 yang terintegrasi pada setiap prosesor Intel Kaby Lake tidak terlalu istimewa performa grafis-nya jika dibandingkan dengan kebanyakan kartu grafis add-on. Meski demikian, GPU terintegrasi ini masih bisa ditingkatkan performa-nya dengan melakukan overclocking pada frekuensi integrated GPU dan juga meng-overclock RAM sistem.

 

Motherboard 1: ASUS ROG Maximus IX APEX

Mobo_1_APEX

Motherboard yang satu ini nampaknya tidak butuh perkenalan bagi overclocker. Dirancang khusus untuk overclocking, tentunya ASUS ROG Maximus IX APEX akan memberikan semua fitur yang bisa dimanfaatkan overclocker-nya untuk mencapai performa maksimal. (Untuk info lebih lengkap, kunjungi website ASUS di sini)

 

 

Motherboard 2: Biostar Racing Z270 GTN

Mobo_2_BiostarGTN

Mungil tidak berarti lemah! Biostar RACING Z270GTN masih dilengkapi dengan regulator daya yang baik untuk kelas Mini-ITX (setidaknya cukup untuk memaksa prosesor quad-core Core i5 Kaby Lake dengan voltase 1.45v+), serta memiliki opsi overclocking cukup lengkap pada BIOS mereka untuk dipaksa menuju batas atas-nya. (Info lebih lengkap bisa ditemukan pada web BIOSTAR di sini)

 

Motherboard 3: Gigabyte GA-Z270X-UD3

Mobo_3_Gbt_270UD3

Menyandang gelar ‘Ultra Durable’, Gigabyte GA-Z270X-UD3 menawarkan spesifikasi yang masih cukup tinggi untuk harganya yang relatif terjangkau di kelas Z270. Opsi overclocking yang ada pada motherboard ini pun tidak jauh berbeda dengan Z270 kelas atas Gigabyte yang lainnya, dan siap ‘disiksa’ demi mencapai clockspeed tertinggi. (Info lebih lengkap ada pada link berikut)

 

Motherboard 4: MSI Z270 Tomahawk

Mobo_4_MSITomahawk

Ada pada lini produk ‘Arsenal Gaming’, MSI Z270 Tomahawk adalah sebuah motherboard besutan MSI yang dirancang dengan fokus pada price vs performance. Memang motherboard ini bukan motherboard ‘XPOWER’ yang merupakan lini teratas dari MSI untuk overclocking, namun MSI memastikan bahwa Z270 Tomahawk dilengkapi dengan spesifikasi memadai serta BIOS yang cukup overclocker-friendly untuk membantu para overclocker mencapai performa tertingginya. (Info lengkap dari motherboard ini dapat ditemui pada website MSI berikut ini)

 

Periferal Pendukung

RAM: Corsair Vengeance LPX DDR4-2666 CL16 2x8GB

RAM_Vengeance_LPX2

RAM_Vengeance_LPX

Memory Corsair tidak asing ditemui di ajang AOCT. Corsair sudah menjadi partner kompetisi OC Amatir tersebut bertahun-tahun! Kali ini, mereka mempersembahkan memori Corsair Vengeance LPX DDR4-2666 CL16 2x8GB untuk di-overclock sehabis-habis-nya. (Spesifikasi Detail-nya bisa ditemukan pada web Corsair di sini)

 

SSD: WD Blue 250GB

WD_SSD

 

PSU: Seasonic X-Series X-750

PSU_Seasonic

Monitor: LG 24MP59G

LG24MP59G

 

OS & Software Setup

Win10

Meski bukan OS Favorit para overclocker, OS Windows 10 Pro 64-bit (build 15063.0) digunakan di AOCT 2017 dengan tujuan kompatibilitas ke beberapa driver hardware tertentu (seperti IGP Kaby Lake). Pada SSD sudah terinstall:

Benchmark

  • 3DMark11 v1.0.132
  • 3DMark v2.3.3732
  • Geekbench 3.4.2
  • 3DMark2001SE
  • Cinebench R15
  • HWBOT x265
  • Intel XTU Benchmark

Driver:

  • Intel INF 1.0.1.38 & ME 11.7.0.1002
  • Intel HD Graphics 21.20.16.4541

 

Tools:

  • Core Temp 1.10.2
  • ASRock Timing Configurator v4.0.3
  • CPU-Z 1.80
  • GPU-Z 2.20
  • HWINFO 5.56
  • Process Lasso v9.00.0.394

 

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES