in: General | August 8, 2020 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Eksperimen : ASRock A300 Deskmini + AMD RYZEN 3 PRO 4350G ‘Renoir’

AMD APU 7nm terbaru yakni ‘Renoir‘ menunjukkan performa dan kemampuan yang menarik. Setelah awal 2020 dirilis untuk perangkat laptop, tepat tanggal 21 Juli 2020 kemarin AMD mengumumkan prosesor Renoir untuk desktop, dengan nama resmi AMD Ryzen 4000 Series Processors with Radeon Graphics – kadang disingkat menjadi ‘4000-series Ryzen Desktop APU’.

Kehadiran Renoir melengkapi keluarga prosesor AMD Ryzen 3rd Gen berbasis arsitektur Zen2 dengan teknologi fabrikasi 7nm, menemani Ryzen 3rd Gen 3000-Series ‘Matisse’ yang rilis tahun 2019 lalu.

(Ya, meskipun menyandang nomor seri ‘4000’, Renoir masih merupakan bagian keluarga AMD Ryzen 3rd Gen, sedikit membingungkan memang)

Renoir desktop ini ditawarkan dalam model Business (PRO series), dan juga Consumer (Non-PRO series), dan ditujukan untuk motherboard Socket AM4 dengan chipset 500-series.

 

Renoir desktop pertama yang hadir ke JagatReview / JagatOC ini adalah sebuah model low-end yakni RYZEN 3 PRO 4350G. Penjelasan lebih jauh seputar lineup, spesifikasi, dan juga preview performa singkat dari Renoir Desktop tersebut bisa Anda baca lebih jauh pada artikel JagatReview berikut ini:

Baca Juga:

Hands-on (p)review AMD RYZEN 3 PRO 4350G : Renoir APU Desktop

 

Secara singkat, Renoir Desktop memiliki beberapa karakteristik yang menonjol, seperti:

  • Integrated Graphics (IGP) yang powerful meski jumlah Compute Unit-nya lebih rendah
  • Bagian CPU pada APU Renoir menungguli APU Picasso dari segi performance-per-clock, dan terlihat setara dengan CPU Matisse (setidaknya saat jumlah Core/Thread-nya sama)
  • Renoir memiliki multiplier CPU, IGP, dan juga RAM yang unlocked, pada model PRO sekalipun (butuh motherboard B-Series untuk mengakses-nya)
  • Power consumption pada Renoir cukup rendah, terutama idle power consumption-nya
  • Kemampuan pencapaian clock pada memory controller dan juga FCLK Renoir nampak lebih baik dari generasi sebelumnya.
  • Nampak tidak ada interkoneksi PCIe Gen4 seperti di Matisse, hanya PCIe Gen 3

 

Sebagai tambahan, saat ini Renoir APU (baik PRO maupun non-PRO) TIDAK dijual bebas per unit dalam bentuk satuan, melainkan dijual dalam bentuk sebuah sistem jadi melalui sebuah System Integrator (SI), namun karakteristik APU ini terlihat cocok digunakan para pencinta mini PC / Small Form Factor.

 

Aneka PC Renoir di Indonesia (sumber: FB page AMD Indonesia, akhir Juli 2020) – klik untuk memperbesar

 

Sayangnya sejauh ini, nampak belum kelihatan ada sistem yang benar-benar mungil untuk solusi small form factor.

 

ASRock A300 Deskmini : Support Renoir?

ASRock A300 Deskmini PC

 

Satu solusi small form-factor PC yang cukup dikenal di Indonesia adalah ASRock A300 Deskmini, yang menggunakan motherboard sangat kecil yakni Mini-STX. Dulu, kami sempat melakukan uji singkat pada sebuah barebone PC ini dengan sebuah APU Ryzen 5 3400G ‘Picasso’, dan ketika dioperasikan dengan RAM dengan kecepatan DDR4-3200, PC mungil ini nampak memiliki performa menarik di kelas ukurannya.

 

Lalu bagaimana dengan APU Renoir? Apakah Renoir bisa dipasang di platform A300 ini?

Secara resmi, AMD menyebutkan bahwa Renoir hanya didukung pada chipset AMD 500-series. Namun ada sebuah Beta BIOS update yang kami dapatkan minggu lalu, yang menunjukkan adanya potensi dukungan Renoir ke A300. Lihat screenshot berikut ini,yang diambil tanggal 28 Juli 2020 lalu.

*klik untuk memperbesar

 

Terlihat BIOS 3.60L di atas memiliki AGESA versi ComboAM4v2 1.0.0.2, yang digunakan beberapa board chipset AMD 500-series saat rilis.

AGESA versi ini umumnya akan memberi dukungan bagi prosesor Renoir, walau ASRock memperingatkan bahwa BIOS 3.60L ini akan menghilangkan support APU AMD Bristol Ridge.

Uniknya, dengan rilis-nya BIOS ini pun, ASROCK tidak meng-update CPU Support List mereka.

CPU Support List A300, per awal Agustus 2020 – klik untuk memperbesar

 

 

Lalu apakah BIOS 3.60L tersebut membuat A300 mensupport Renoir?

Menggunakan modul Instant Flash yang ada di UEFI-nya, kami melakukan BIOS Flashing.

 

Dan setelah flashing selesai dilakukan – A300 kami bisa menyalakan sebuah RYZEN 3 PRO 4350G dengan BIOS 3.60L ini.

 

Dengan adanya support ‘tidak resmi’ ini, kami tertarik untuk melakukan sejumlah testing singkat pada 4350G + ASRock A300 kami.

 

Testbed & Ruang Lingkup Pengujian

Testbed

Berikut spesifikasi lengkap testbed kami:

  • Prosesor: AMD RYZEN 3 PRO 4350G
  • Motherboard: ASRock A300 Deskmini
  • RAM: Team T-FORCE VULCAN SO-DIMM DDR4-2666CL18
  • GPU: Integrated 
  • SSD : A-DATA SX8200 PRO 1TB
  • PSU : 120W 19V Adapter
  • CPU Cooler: Stock A300 (AMD 65W Cooler)
  • OS : Windows 10 Pro 64-bit, version 1909 build 18363

 

Metode Pengujian

Pengujian singkat kami ditujukan untuk melihat sejauh mana pengoperasian prosesor Renoir 4350G di ASRock A300 bisa dilakukan secara normal (mengingat nampaknya ASRock belum mengeluarkan update resmi)

Testing yang dilakukan antara lain:

  • BIOS Overview
  • Analisis Clockspeed & Temperatur CPU
  • Beberapa uji benchmark sintetis singkat, dan
  • Pengujian beberapa fungsi sistem (Overclocking RAM, setting UMA Frame buffer, dst)

 

Mari mulai!

 

BIOS Overview

Berikut ini kami akan melihat beberapa fungsi di BIOS A300 Deskmini, berdasarkan versi 3.60L BETA.

 

OC Tweaker

 

Infinity Fabric Multiplier

 

DRAM Timing

 

 

Advanced \ Onboard Device Config

UMA Frame Buffer Size

 

HW Monitor

 

Keterangan – BIOS:

Dari BIOS ASRock A300 ini, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan:

 

Tuning – General

  • Seperti halnya chipset AMD A-series, CPU dan IGP overclocking tidak bisa dilakukan di sini
  • Hanya DRAM Overclocking yang bisa dilakukan (dan juga pernah kami uji sebelumnya)
  • Menu AMD CBS/PBS yang ada di BIOS versi sebelumnya nampak hilang
  • Hilangnya AMD CBS/PBS ini membuat kami tidak memiliki akses untuk melakukan fine-tuning cTDP
  • Nampak juga tidak ada opsi untuk men-disable CPU Turbo (AMD CPB)

 

Tuning – DRAM/FCLK

  • Pilihan clock Infinity Fabric Frequency (FCLK) tersedia
  • Secara default, FCLK akan secara otomatis 1:1 sampai DDR4-3600.
  • FCLK tidak bisa diset lebih tinggi dari kecepatan RAM, Misal: RAM diset 1600Mhz (DDR4-3200), maka FCLK tidak bisa lebih dari 1600Mhz.
  • RAM Timing tersedia cukup lengkap

 

Tuning – Voltage

  • Opsi voltage hanya ada di DRAM Voltage (1.2v dan 1.35v)
  • Tidak ada opsi tuning untuk CPU/SoC Voltage
  • CPU Undervolt nampak tidak bisa dilakukan karena tidak adanya kontrol CPU Voltage (baik lewat offset/manual tuning)

 

Opsi Tuning – Lain2

  • Pilihan UMA Framebuffer (Video RAM Share memory) terbuka, bisa dipilih di atas 4GB.

 

Hardware Monitoring / Fan Control

  • Kontrol Fan yang kami temui di BIOS ini agak buggy, kami gagal melakukan seting fan full-speed karena setiap reboot sistem kembali ke setting default/AUTO.

 

Setting & System Summary

Meskipun nampak bahwa BIOS Beta 3.60L ini memiliki beberapa keterbatasan, namun fungsi utama dari sistem masih bisa dijalankan.

Pada pengujian ini, kami menjalankan sistem dengan setting:

  • RAM Overclocked ke DDR4-3200, CL18-18-18-38, 1.35v VDIMM
  • UMA Frame Buffer diset ke 4GB

 

Berikut hasil deteksi dari beberapa software :

 

CPU-Z

*klik untuk memperbesar

 

GPU-Z

 

*klik untuk memperbesar

Radeon Software

 

HWINFO

*klik untuk memperbesar

 

 

Dari beberapa software deteksi yang kami gunakan, terlihat bahwa hampir semua variabel sistem terdeteksi dengan benar, hanya saja pembacaan shader unit di HWINFO versi ini masih miss (terbaca ‘16320’ shader unit, yang benar adalah 384 Shader unit a.k.a 6 Compute Unit), lalu hwinfo juga nampak mendeteksi PCIe Gen 4 walaupun platform ini tidak memiliki kapabilitas PCIe Gen 4 sama sekali.

 

Mari simak pengujian lengkap di halaman berikutnya!

 

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES