Overclocking Review: Team Elite Plus DDR4-2400 CL16 4x4GB

Reading time:
May 10, 2015
TeamEliteDDR4_2400_02s

Meski sudah rilis lebih dari 6 bulan yang lalu, sistem berbasis DDR4 masih belum diadopsi secara luas, salah satunya karena faktor harga. Para pengguna platform Intel Haswell-E membutuhkan memori bertipe DDR4, jadi mau tidak mau mereka harus rela mengeluarkan dana ekstra untuk membeli ram DDR4. Untungnya, masih ada beberapa vendor yang menawarkan DDR4 dengan harga yang tidak terlalu menguras kantong, salah satunya adalah TeamGroup dengan Team Elite Plus DDR4-2400 4x4GB-nya.

Spesifikasi

Berikut spesifikasi Team Elite Plus DDR4-2400, sesuai dengan yang tertera di websitenya:

  • Module Type: 288 Pin Unbuffered DIMM Non ECC
  • CL-tRCD-tRP-tRAS: 16-16-16-39
  • Data transfer bandwidth: 19,200 MB/s (PC4 19200)
  • Heat Sink: YES
  • Working voltage: 1.2V
  • Warranty: Lifetime Warranty

Berikut ini timing yang dipakai oleh Team Elite 2400, sesuai yang dilaporkan pada utility ASRock Timing Configurator:

Default_2400C16

Seperti umumnya terdapat pada RAM kelas murah, spesifikasi Team Elite Plus tidak terlalu tinggi untuk ukuran DDR4, dan bahkan memori ini tidak memiliki profil XMP(Xtreme Memory Profile) untuk membantu pengguna awam dalam men-setting memori mereka. Pada pengujian kali ini, kami ingin melihat bagaimana performa DDR4 berharga relatif murah ini saat di-overclock, tentunya juga sekaligus memberi referensi setting bagi Anda sekalian yang menggunakan RAM serupa.

Disclaimer :

1)Tingkat overclocking yang didapat pada setiap pengujian kami bisa jadi berbeda dengan apa yang Anda dapatkan, bergantung pada kualitas CPU, Integrated Memory Controller(IMC), RAM, VGA, dan lain sebagainya.

2) Overclocking yang tidak dilakukan dengan benar dapat memberikan efek negatif bagi sistem Anda (mulai dari ketidakstabilan, hingga kerusakan permanen hardware). Jangan meng-overclock kalau anda tidak benar-benar yakin dengan apa yang anda lakukan. Lakukan OC dengan resiko ditanggung sendiri, DO IT AT YOUR OWN RISK!

Gallery

TeamEliteDDR4_2400_04s TeamEliteDDR4_2400_03s

 

Dimension

 

Ruang Lingkup Pengujian

Fokus kami pada pengujian ini adalah menguji seberapa jauh memori Team Elite Plus DDR4-2400 4x4GB bisa dioverclock di sistem kami dan menjalankan tes kestabilan dan benchmark, dan bagaimana hasil overclocking ini berpengaruh kepada performa sistem secara keseluruhan. Pengujian dimulai dengan menguji performa saat keadaan default(spesifikasi default sesuai kemasan), lalu pengujian overclock dilangsungkan.

Detail dari jalannya pengujian adalah sebagai berikut:

1) Pengujian overclocking akan dilakukan menggunakan pendingin aircooling, baik CPU maupun RAM. Extreme cooling sama sekali tidak digunakan disini karena yang menjadi fokus adalah performa memori dalam skenario penggunaan sehari-hari.

2) Kami akan mencoba mencari beberapa konfigurasi setting(kombinasi antara timing dan frekuensi RAM) yang masih stabil untuk menjalankan berbagai benchmark dalam pengujian kami. *Definisi ‘stabil’ disini adalah bisa menjalankan semua software pengujian tanpa BSOD/Crash*

3) Berikutnya, kami akan mencari konfigurasi RAM tertinggi yang bisa melewati pengujian kestabilan LinX 0.6.4, diuji dengan setting DRAM Voltage(VDimm) sebesar 1.35V. Setting ini dipilih karena tegangan memori seperti ini masih cukup aman untuk digunakan sehari-hari.

 

Batasan Setting

Menguji perangkat memori melibatkan cukup banyak variabel, mulai dari frekuensi,timing, kompatibilitas, dan lain sebagainya. Karena itu, kami harus menetapkan sebuah batasan untuk membuat scope pengujian tidak melebar terlalu luas. Batasan yang kami ambil adalah setting CPU BCLK Pada 100Mhz. Semua pengujian yang kami lakukan di sini akan menggunakan BCLK 100Mhz.

Perlu diingat juga bahwa overclockability dari sebuah modul memori tidak hanya ditentukan oleh kapabilitas modul memori nya saja, dan kadang bergantung pada:

  • Kualitas IMC (Integrated memory controller) yang ada pada suatu CPU tertentu, yang kadang berbeda
  • Kompatibilitas suatu memori terhadap tipe Motherboard tertentu

Jadi, tingkat overclocking yang kami dapat pada setiap pengujian kami bisa jadi berbeda dengan apa yang Anda dapatkan karena variabel-variabel yang kami sebut diatas.

 

Software Uji

Kami memilih beberapa benchmark yang cukup ‘menyiksa’ memori untuk melihat apakah konfigurasi overclock kami cukup stabil untuk menjalankannya. Berikut ini benchmark yang kami pilih:

1) 3DMark 11 Physics Score: Benchmark ini yang akan menguji kecepatan CPU dan RAM dalam memproses simulasi perhitungan physics dengan Bullet Open Source Physics Library. Skor physics test ini hampir tidak dipengaruhi oleh GPU, dan hampir sepenuhnya tergantung pada kecepatan prosesor dan RAM.

2) AIDA64 Memory Benchmark – Read & Latency: Aplikasi AIDA64 Memory Benchmark (dahulu bernama Everest) sangat popular di kalangan tester/reviewer untuk menguji performa memori mereka, ini disebabkan karena aplikasi tersebut memang sangat dipengaruhi performa subsistem memori, antara lain frekuensi kerja memori, frekuensi memory controller pada sistem, dan juga latency dari memori yang digunakan.

3) LinX 0.6.4: LinX dikenal sebagai program penguji kestabilan yang akan sangat ‘menyiksa’ CPU, Memory Controller, dan juga Modul Memori. Jika ada sebuah konfigurasi overclocking yang bisa menjalankan uji LinX, biasanya kami bisa berasumsi bahwa setting overclock yang digunakan akan cukup stabil untuk skenario penggunaan sehari-hari.

 

Spesifikasi Testbed

TeamEliteDDR4_2400_01s

Berikut ini spesifikasi lengkap dari sistem yang kami gunakan:

  • Prosesor: Intel Core i7-5820K “Haswell-E”
  • Motherboard: MSI X99S MPOWER
  • RAM: Team Elite Plus 4x4GB DDR4-2400
  • VGA: Galaxy GeForce GT 630
  • SSD: Kingston HyperX 3K 120GB
  • PSU: Corsair AX850W
  • CPU Cooling: Noctua NH-U12S
  • OS: Windows 7 64-bit SP1

Mari mulai!

Load Comments

Extreme OC

February 23, 2021 - 0

Review Cooler Master ML360 SUB-ZERO (+ Overclocking Core i9-10900K @ 6 Ghz )

Pendingin pada komputer umumnya akan menjaga suhu perangkat komputer dalam…
November 28, 2019 - 0

Overclocking Extreme AMD 3rd Gen Ryzen Threadripper 3970X : Rekor Dunia Berjatuhan!

Setelah mengumumkan kemunculannya pada awal November ini, AMD akhirnya meluncurkan…
September 16, 2019 - 0

Overclocking RAM di MSI MPG Z390I Gaming Edge AC : Motherboard Pemecah Rekor DDR4-6000

Tanggal 10 September 2019 ini, sebuah milestone baru tercapai pada…
October 10, 2018 - 0

Overclocking Review Gigabyte Z390 AORUS MASTER : Watercooling + LN2 Cooling

Menyambut kedatangan prosesor Core i 9th Gen, Intel merilis sebuah…

Easy OC

December 19, 2020 - 0

Easy Overclocking Intel Core i5-10600K & Core i7-10700K

Prosesor Intel Core 10th Gen ‘Comet Lake’ merupakan prosesor yang…
October 11, 2018 - 0

Hands-On Feature: Asus ROG AI Overclocking (di ROG Maximus XI Hero Wi-Fi)

Setelah sebelumnya kami melakukan hands-on motherboard ROG Maximus XI Hero…
February 16, 2018 - 0

Overclocking RAM Murah dan Mudah: Memory Try It pada MSI A320M Pro-VD/S (Ryzen 3 2200G ‘Raven Ridge’)

  Overclocking RAM dengan chipset A320? Kenapa Tidak? Saat ini,…
August 21, 2017 - 0

Easy OC Core i9-7900X di MSI X299 Tomahawk Arctic: Enhanced Turbo dan GameBoost

Sejauh ini, solusi prosesor Intel untuk kelas Enthusiast pada harga…

General OC

August 5, 2021 - 0

Test : Overclocking IGP Radeon Vega (Ryzen 7 5700G) di MSI B550I GAMING EGDE WIFI

Prosesor Ryzen 5000 G-series ‘Cezanne’ baru saja hadir untuk DIY…
June 9, 2021 - 0

G.Skill rilis Trident Z Royal Elite DDR4-4000 CL14 32 GB Kit : Kapasitas Besar, Frekuensi Tinggi, Latency Ketat

Sebagai produsen RAM yang nampaknya tidak berhenti mengejar performa tertinggi,…
April 17, 2021 - 0

G.Skill Umumkan Trident Z Royal Elite : Sampai Kecepatan DDR4-5333 CL22

G.Skill, produsen RAM ternama yang terkenal dengan kemampuan overclocking-nya, mengumumkan…
March 30, 2021 - 0

Overclocking & Hands-on Review : Gigabyte Z590I AORUS ULTRA Mini-ITX (di Core i7-10700K)

Generasi motherboard next-gen dari Intel sudah mulai berdatangan, dan ini…