Event Report: Galax GOC 2016 Worldwide Final, Wuhan, China.

Reading time:
December 22, 2016
goc2016_logo2

Tanggal 18 Desember 2016 lalu, seorang Overclocker asal Indonesia, Alva “Lucky_n00b” Jonathan, menjuarai kompetisi overclocking tingkat Dunia Galax Overclocking Carnival(GOC) 2016, mengalahkan 11 overclocker terbaik Dunia asal Eropa dan Amerika di kompetisi tersebut sebagai satu-satunya perwakilan dari Asia. Dengan kemenangan ini, Alva juga mencatatkan dirinya sebagai overclocker asal Asia dengan gelar World Champion terbanyak!

Tentu, perjalanan sang juara tidak dilalui dengan mudah karena berbagai tantangan harus ia hadapi. Simak cerita lengkapnya!

Sekilas Seputar Kompetisi Overclocking

Test-Logo

Bagi Anda yang agak asing dengan istilah overclocking, Overclocking(OC) adalah sebuah tindakan yang dilakukan pengguna PC untuk membuat PC-nya berjalan pada kecepatan yang lebih tinggi dari standar pabrikannya.

Misalnya ada sebuah PC memiliki prosesor dengan kecepatan 3 Ghz, lalu si pengguna(yang disebut Overclocker) melakukan setting ulang dan memodifikasi parameter prosesor ini dan menjalankannya di kecepatan 3.5Ghz, prosesor tersebut akan berjalan lebih kencang, dan bisa menjalankan tugas komputasi dengan lebih cepat. Ini yang disebut Overclocking.

Kompetisi overclocking, adah sebuah kompetisi dimana sejumlah Overclocker akan berlomba-lomba untuk meng-overclock sebuah set hardware yang disediakan oleh penyelenggara(biasanya memiliki spesifikasi sama), dan menjalankan serangkaian tes tertentu dalam waktu terbatas. Si penyelenggara lomba bisa saja meminta si Overclocker menjalankan RAM mereka pada kecepatan setinggi-tingginya, atau bisa saja meminta skor benchmark(misal: 3DMark) tertinggi.

Meski overclockability sebuah hardware umumnya akan memiliki sedikit variasi, skill dan juga pengetahuan si overclocker akan diuji semaksimal mungkin untuk ‘memeras’ hardware yang mereka pakai sejauh-jauhnya demi mendapat poin tertinggi. Sebuah hardware yang memiliki potensi overclockability tinggi tidak akan bisa berjalan pada kecepatan maksimal tanpa tindakan dan setting tertentu dari si overclocker-nya.

Seiring berjalannya teknologi, pada vendor dan produsen hardware semakin sering mengadakan kontes overclocking untuk melihat seberapa tahan hardware mereka saat dijalankan dalam keadaan ekstrim, lalu para vendor ini juga akan mendapat berbagai data dan masukan dari para overclocker untuk mengembangkan hardware mereka lebih jauh lagi.

(Sering membaca atau mendengar berita mengenai kompetisi overclocking, dan masih belum paham akan implementasinya? Baca artikel ini, kami akan mencoba menjelaskan beberapa hal yang Anda perlu ketahui mengenai kompetisi overclocking) 

Babak Kualifikasi: Hanya tersedia 12 Slot

PrFPPQk

Galax GOC 2016 bukanlah lomba overclocker dengan sistem undangan, semua peserta harus melewati tahap kualifikasi yang cukup brutal untuk memperebutkan 12 slot final. Dengan persyaratan harus menggunakan GPU dari Galax Maksimal GTX 1060, dan penggunaan RAM merk Galax, babak kualifikasi GOC 2016 diadakan secara online di web OC-eSports menggunakan benchmark SuperPi 32M, 3DMark11 Physics Score, 3DMark Fire Strike Extreme, dan 3DMark Time Spy.

Anda bisa membaca reportase babak kualifikasi secara lengkap di sini (link ke OC-eSports)

Berikut hasil singkat dari Qualifier: gocqual_esport

Bisa dilihat, Top 12 overclocker yang lolos di sana bisa dibilang merupakan para ‘monster’ yang namanya sering sekali muncul di kompetisi overclocking Internasional, seperti Xtreme Addict (Juara HyperX HOT Season 1 dan Season 2), Dancop (Overclocker ranking 1 Dunia saat ini), dan DrWeEz (Overclocker no.1 Afrika Selatan).  Perlu dicatat, berbagai overclocker di papan skor ini merupakan overclocker dengan ranking HWBOT setidaknya Top 30, dari total 98000 overclocker seluruh Dunia.

Kapten JagatOC, Alva ‘Lucky_n00b”, Overclocker Indonesia no.1 saat artikel ini dirilis, dan tercatat sebagai overclocker dengan ranking #21 Dunia, harus puas menyelesaikan kualifikasi dengan nomor 7, dan menjadi satu-satunya overclocker asal Asia dari ke-12 peserta.

Berangkat ke GOC 2016

jagatoc_goc01
jagatoc_goc02
Meninggalkan Lab, dengan senyum yang sudah ‘dipaksa’

15 Desember 2016 lalu, Alva dengan murid-nya, Jesse ‘bboyjezz’, berangkat dari kantor JagatReview menuju Wuhan, China untuk menjalani GOC 2016. Namun keberangkatan ini terasa berat bagi kedua overclocker tersebut, karena mereka harus meninggalkan lab JagatOC yang sudah ditinggali 6 tahun untuk selamanya, karena kantor JagatReview menang sedang dalam proses pindah ke tempat baru.

jagatoc_goc03 jagatoc_goc04 jagatoc_goc05 jagatoc_goc06

 

Menurut pesan yang kami terima dari Jesse, penerbangan mereka malam hari itu pun terlambat 1 jam, mengakibatkan mereka gagal menjalani connecting flight yang seharusnya dijalani dari Shenzen-Wuhan pada pagi hari. Untungnya maskapai penerbangan mereka,China Southern Airlines, mau membantu mereka mengurus re-booking untuk penerbangan berikutnya. Setidaknya, mereka berdua jadi bisa sempat sarapan di Bandara :)

Load Comments

Extreme OC

February 23, 2021 - 0

Review Cooler Master ML360 SUB-ZERO (+ Overclocking Core i9-10900K @ 6 Ghz )

Pendingin pada komputer umumnya akan menjaga suhu perangkat komputer dalam…
November 28, 2019 - 0

Overclocking Extreme AMD 3rd Gen Ryzen Threadripper 3970X : Rekor Dunia Berjatuhan!

Setelah mengumumkan kemunculannya pada awal November ini, AMD akhirnya meluncurkan…
September 16, 2019 - 0

Overclocking RAM di MSI MPG Z390I Gaming Edge AC : Motherboard Pemecah Rekor DDR4-6000

Tanggal 10 September 2019 ini, sebuah milestone baru tercapai pada…
October 10, 2018 - 0

Overclocking Review Gigabyte Z390 AORUS MASTER : Watercooling + LN2 Cooling

Menyambut kedatangan prosesor Core i 9th Gen, Intel merilis sebuah…

Easy OC

December 19, 2020 - 0

Easy Overclocking Intel Core i5-10600K & Core i7-10700K

Prosesor Intel Core 10th Gen ‘Comet Lake’ merupakan prosesor yang…
October 11, 2018 - 0

Hands-On Feature: Asus ROG AI Overclocking (di ROG Maximus XI Hero Wi-Fi)

Setelah sebelumnya kami melakukan hands-on motherboard ROG Maximus XI Hero…
February 16, 2018 - 0

Overclocking RAM Murah dan Mudah: Memory Try It pada MSI A320M Pro-VD/S (Ryzen 3 2200G ‘Raven Ridge’)

  Overclocking RAM dengan chipset A320? Kenapa Tidak? Saat ini,…
August 21, 2017 - 0

Easy OC Core i9-7900X di MSI X299 Tomahawk Arctic: Enhanced Turbo dan GameBoost

Sejauh ini, solusi prosesor Intel untuk kelas Enthusiast pada harga…

General OC

August 5, 2021 - 0

Test : Overclocking IGP Radeon Vega (Ryzen 7 5700G) di MSI B550I GAMING EGDE WIFI

Prosesor Ryzen 5000 G-series ‘Cezanne’ baru saja hadir untuk DIY…
June 9, 2021 - 0

G.Skill rilis Trident Z Royal Elite DDR4-4000 CL14 32 GB Kit : Kapasitas Besar, Frekuensi Tinggi, Latency Ketat

Sebagai produsen RAM yang nampaknya tidak berhenti mengejar performa tertinggi,…
April 17, 2021 - 0

G.Skill Umumkan Trident Z Royal Elite : Sampai Kecepatan DDR4-5333 CL22

G.Skill, produsen RAM ternama yang terkenal dengan kemampuan overclocking-nya, mengumumkan…
March 30, 2021 - 0

Overclocking & Hands-on Review : Gigabyte Z590I AORUS ULTRA Mini-ITX (di Core i7-10700K)

Generasi motherboard next-gen dari Intel sudah mulai berdatangan, dan ini…