AMD Rilis Ryzen 5: Semua Model Overclockable, 6-Core mulai dari 219 USD

Reading time:
March 16, 2017

Eksperimen: Simulasi Performa Ryzen 5

DSC00607ss

Prosesor Ryzen 5 memiliki arsitektur yang serupa dengan Ryzen 7, sehingga dengan melakukan konfigurasi clockspeed secara manual, dan juga melakukan setting ‘downcore’ untuk mengurangi jumlah core, ada kemungkinan untuk memperkirakan performa prosesor AMD Ryzen 5.

Pada eksperimen berikut ini, kami menggunakan PC dengan prosesor AMD Ryzen 7 1700, motherboard Gigabyte AORUS AX370-Gaming 5, dan RAM G.Skill TridentZ 2×8 GB (DDR4-2666 CL15). Prosesor PC tersebut akan kami konfigurasi secara manual untuk ‘mensimulasikan’ prosesor AMD Ryzen 5.

 

Setting BIOS

Downcore Control

BIOS_1

Catatan:

  • Prosesor AMD Ryzen memiliki sebuah konsep desain pada core yang disebut Core Complex (CCX). Setiap 1 CCX memiliki 4-Core (8-Thread dengan SMT), lalu memiliki L3 Cache 8 MB. Ryzen 7 memiliki 2 buah CCX, sehingga bisa mencapai konfigurasi 8-Core (16-Thread), dengan L3 Cache 2x8MB.
  • Untuk mensimulasikan prosesor Ryzen 5 1600X dan 1600, kami men-disable masing-masing 1 Core pada setiap CCX(Core Complex), dengan setting ‘3+3’ seperti di atas. Sedangkan untuk simulasi Ryzen 5 1500X dan 1400, kami men-disable 1 buah CCX, sehingga setting-nya ‘4+0’.

(Edit 16 Maret 2017: Kami sedang mencoba konfirmasi ke AMD untuk mengetahui konfigurasi CCX pada model Ryzen 5 1500X & Ryzen 5 1400)

 

Clockspeed & CPU Voltage control:

BIOS_2 BIOS_3

Clockspeed dan Voltage di atas ini kami ubah-ubah, lalu disamakan sesuai dengan spesifikasi pada Ryzen 5 di halaman sebelumnya, CPU diset untuk mensimulasikan keadaan clockspeed-nya pada saat all-core boost, dan juga keadaannya saat 1-Core boost.

Untuk melakukan uji singkat performa, kami menggunakan benchmark sintetis Cinebench R15, baik single-thread dan multi-thread.

Disclaimer:

  1. Tujuan eksperimen ini adalah SIMULASI untuk menghasilkan PERKIRAAN performa, bukan untuk menunjukkan performa Ryzen 5 sesungguhnya. Hasil yang kami dapat sangat mungkin berbeda dengan produk final karena banyak faktor lain yang menentukan performa
  2. SIMULASI kami tidak memperhitungkan ekstra clock akibat XFR(Extended Frequency Range) dan Fitur Precision Boost. Semua disesuaikan dengan spesifikasi clockspeed pada keadaan base.

Contoh setting:

Simulasi Ryzen 5 1500X (4-Core 8-thread, 3.5Ghz di 4-Core)

1500X

 

Simulasi Ryzen 5 1600X (6-Core 12-thread, 3.6Ghz di 6-Core)

1600X

 

Simulasi Performa – Cinebench R15

Cinebench R15 Multithreaded

CinebenchR15_MT

 

Cinebench R15, Single-Threaded

CinebenchR15_ST

 

Penutup

*klik untuk memperbesar*

Melihat spesifikasi dan kisaran harga jual Ryzen 5, nampak bahwa AMD masih menggunakan strategi pricing yang agresif untuk menarik minat user. Sama seperti Ryzen 7 dengan performa multithreaded yang belum pernah ada pada kelas harganya, Ryzen 5 nampaknya pun akan mengulang kejadian sama. Mengingat bahwa performa-per-core dari Ryzen kurang lebih memiliki kinerja setara Intel Broadwell-E, maka prosesor seperti Ryzen 5 1600 (non-X) akan memberikan 6-Core 12-Thread pada harga 219 USD. Pada kelas ini, prosesor yang menawarkan spesifikasi serupa umumnya akan dihargai sekitar 400 USD-an!

Konfigurasi clockspeed Ryzen 5 sesuai dengan ekspektasi kami, karena jika Anda membaca artikel binning Ryzen 7 1700 kami yang terdahulu, nampak bahwa fabrikasi 14nm yang digunakan AMD pada Ryzen memiliki batas atas operasional di 3.9 – 4.1 Ghz-an. 1600X sebagai model teratas Ryzen 5 memiliki rating 3.6 Ghz pada all-core boost, sedangkan max 1-core boost-nya di 4 Ghz(belum memperhitungkan XFR), clockspeed ini serupa dengan yang ditawarkan Ryzen 7 1800X. Ini mengindikasikan bahwa Ryzen 5 1600X akan sama-sama mengalami proses binning ketat seperti yang ada pada 1800X, mengingat bahwa rating 4 Ghz pada Ryzen bukan angka main-main.

Melihat skor dari simulasi kami di atas, nampaknya Ryzen 5 1600X akan memiliki single-threaded performance yang lebih tinggi dari Ryzen 7 1700 yang clock default-nya kecil.

Ketiga prosesor lain, seperti 1600, 1500X dan 1400 memiliki clockspeed lebih rendah, dan sepertinya mereka nantinya akan mendapat voltase rendah pula untuk menjaga rating TDP di kelas 65 Watt.

Ryzen7_1700_BestVsAvgCPU
Range operasi prosesor Ryzen, berdasarkan Ryzen 7 1700

Bagi Overclocker, melihat bagaimana AMD Ryzen semuanya diberi multiplier unlocked, pastinya model Ryzen 5 1400 dan Ryzen 5 1600 akan sangat menarik untuk di-overclock, melihat bagaimana mereka nampaknya akan memiliki ekstra headroom setidaknya 15 – 20% jika chipnya memiliki kemampuan sama dengan Ryzen 7 1700.

AMD akan meluncurkan prosesor ini tanggal 11 April 2017 nanti, dan sekarang belum ada sample CPU yang beredar ke reviewer. Namun berdasarkan simulasi performa yang kami lakukan, performa prosesor 6-core Ryzen 5 akan cukup menarik.  Memang, berbicara single-threaded performance yang dibutuhkan beberapa aplikasi(seperti game), Ryzen 5 seri paling atas pun masih akan tertinggal sekitar 7-10% tertinggal dari Core i5 Kaby Lake, tapi akan menarik melihat sejauh mana AMD bisa mengejar ketertinggalannya dengan mengusung konfigurasi 6-Core 12-thread, dibanding Kaby Lake Core i5 yang memiliki 4-Core 4-thread.

Core i3-7350K yang memiliki keunggulan dari performance per clock dan raw clockspeed pun juga akan mendapat tantangan dari prosesor Ryzen 5 yang memiliki 4-Core 8-thread – dua kali lebih banyak dari yang dimiliki Core i3.

 

Kami sudah tidak sabar untuk melakukan berbagai pengujian yang akan berlangsung di bulan April 2017 ini, semoga semua sample bisa datang tepat waktu dan pengujiannya berlangsung lancar tanpa masalah. Sampai jumpa di artikel kami yang berikutnya ;)

 

Tags:

Load Comments

Extreme OC

February 23, 2021 - 0

Review Cooler Master ML360 SUB-ZERO (+ Overclocking Core i9-10900K @ 6 Ghz )

Review Cooler Master ML360 SUB-ZERO (English Version) Cooling in a…
November 28, 2019 - 0

Overclocking Extreme AMD 3rd Gen Ryzen Threadripper 3970X : Rekor Dunia Berjatuhan!

Setelah mengumumkan kemunculannya pada awal November ini, AMD akhirnya meluncurkan…
September 16, 2019 - 0

Overclocking RAM di MSI MPG Z390I Gaming Edge AC : Motherboard Pemecah Rekor DDR4-6000

Lebih Dekat Dengan MSI Z390I Gaming Edge AC Link Produk…
October 10, 2018 - 0

Overclocking Review Gigabyte Z390 AORUS MASTER : Watercooling + LN2 Cooling

Tampilan Fisik – VRM – Cooling Spesifikasi Singkat VRM –…

Easy OC

December 19, 2020 - 0

Easy Overclocking Intel Core i5-10600K & Core i7-10700K

Prosesor Intel Core 10th Gen ‘Comet Lake’ merupakan prosesor yang…
October 11, 2018 - 0

Hands-On Feature: Asus ROG AI Overclocking (di ROG Maximus XI Hero Wi-Fi)

BIOS Option – AI Overclocking Pada bagian ini kami akan…
February 16, 2018 - 0

Overclocking RAM Murah dan Mudah: Memory Try It pada MSI A320M Pro-VD/S (Ryzen 3 2200G ‘Raven Ridge’)

Memory Try It Secara singkat, Memory Try It adalah sebuah…
August 21, 2017 - 0

Easy OC Core i9-7900X di MSI X299 Tomahawk Arctic: Enhanced Turbo dan GameBoost

Test – CPU OC Performance Pada keadaan default, Core i9-7900X…

General OC

June 9, 2021 - 0

G.Skill rilis Trident Z Royal Elite DDR4-4000 CL14 32 GB Kit : Kapasitas Besar, Frekuensi Tinggi, Latency Ketat

Sebagai produsen RAM yang nampaknya tidak berhenti mengejar performa tertinggi,…
April 17, 2021 - 0

G.Skill Umumkan Trident Z Royal Elite : Sampai Kecepatan DDR4-5333 CL22

G.Skill, produsen RAM ternama yang terkenal dengan kemampuan overclocking-nya, mengumumkan…
March 30, 2021 - 0

Overclocking & Hands-on Review : Gigabyte Z590I AORUS ULTRA Mini-ITX (di Core i7-10700K)

Generasi motherboard next-gen dari Intel sudah mulai berdatangan, dan ini…
September 17, 2020 - 0

Hands-on & Overclocking – MSI GeForce RTX 3080 Gaming X Trio 10G

Hasil Pengujian   Test 1: Analisis Boost Clock (Default) Dengan…