Overclocking Review: AMD Wraith Cooler + FX-8370

Reading time:
February 3, 2016

Cooling Performance Test: CPU

FX8370

Menggunakan AMD FX-8370 kami melakukan pengukuran suhu Prosesor dengan AMD Wraith Cooler dan juga AMD D3 Stock Cooler.

Setting CPU

Tujuan utama dari pengujian kami adalah melihat seberapa jauh cooler baru dari AMD ini bisa menahan berbagai konfigurasi. Tentu, kami akan meng-overclock CPU kami, namun masih menyertakan performa CPU tersebut dalam keadaan default. Perlu dicatat, kami tidak melakukan pengujian OC pada stock cooler yang lama karena suhunya sangat tinggi.

Setting 1 – 4400Mhz, 1.4V

OC_4400

Setting 2 – 4600Mhz

OC_4600

CnQ Tetap Hidup

OC_CPUPower

 

Setting Fan

Wraith_Full

Kami menggunakan dua buah setting fan pada Wraith, yakni setting 100%, dan setting 75%. Semua pengujian overclocking hanya dites pada fan 100%.

Program yang Digunakan

  • LinX 0.6.4 – Aplikasi yang kami gunakan untuk memberi beban kerja kepada prosesor. Dengan aplikasi ini, kami juga sekaligus membebani Memory Controller pada prosesor dengan mengatur agar LinX memenuhi penggunaan memory sebanyak 6144 MB.
  • HWiNFO & AMD OverDrive– Aplikasi yang digunakan untuk memantau suhu maksimum dan minimum prosesor selama pengujian
  • CPU-Z 1.75 – Aplikasi yang digunakan untuk memberikan informasi mengenai kecepatan CPU yang sedang berjalan.

Skenario Pengujian

Skenario pengujian kami sebagai berikut:

1) Gaming Load: Menjalankan Watch_Dogs yang diset pada 1080p Preset high selama 10 Menit

WD_ss

2) Linx Load: memberikan Full Load kepada CPU selama +/- 10 Menit dan Idle Time +/- 5 Menit.

*NB: Keadaan Idle adalah keadaan sistem didiamkan setelah mendapatkan load setelah pengujian.

LinXTest
*klik untuk memperbesar*

Kami menggunakan dua buah skenario dengan load CPU yang berbeda karena menurut kami kadang keadaan ‘worst-case’ load dari program stress-test terlalu berat, dan tidak mencerminkan keadaan CPU pada real-life load yang sebenarnya. Sebagai tambahan, pengujian LinX load hanya dijalankan dalam keadaan CPU di default, sedangkan pengujian gaming load dilakukan pada semua setting CPU

 

HWiNFO mengukur suhu CPU menggunakan sensor fintek yang ada di Motherboard, sedangkan AMD OverDrive memantau Thermal Margin di dalam CPU. Kami harus menggunakan 2 sensor yang berbeda ini karena pengukuran suhu di prosesor AMD agak ‘unik’. (Baca artikel kami ini untuk penjelasan lengkap mengenai pengukuran suhu di prosesor AMD)

Suhu ruang saat pengujian berlangsung dijaga pada 26 – 27C

if

Berikut hasilnya:

Sensor Fintek di Motherboard – HWiNFO

CPU Temperature – default

Wraith_CPUtemp

CPU Temperature (Gaming Load) + OC, Fan 100%

Wraith_OC_CPUTemp

Terlihat bahwa performa AMD Wraith Cooler JAUH meninggalkan pendingin yang lama. Performa AMD Wraith pada fan 75% bahkan masih lebih baik dari Stock Cooler lama pada 100%! Tercatat ada perbedaan 10C antara AMD Wraith dan AMD old Stock Cooler. Yang mengesankan, pada skenario overclocking di gamind load, perbedaan suhu load antara keadaan default vs overclock tidak terlalu jauh.

Hal yang sama tercatat juga pada pengukuran AMD Thermal Margin pada AMD OverDrive:

AMD Thermal Margin – AMD OverDrive

Catatan: Thermal Margin menunjukkan JARAK antara suhu prosesor ke batas maksimum yang diijinkan, jadi nilai ini makin BESAR makin bagus. Nilai mendekati 0 berarti CPU tersebut dekat dengan batas suhu maksimumnya.

Thermal Margin – default

Wraith_ThermalMargin

 

Thermal Margin (Gaming Load) + OC, Fan 100%

Wraith_OC_ThermalMargin

Sama persis dengan sensor di motherboard, sensor AMD Thermal Margin pada AMD OverDrive menunjukkan bahwa cooler AMD Wraith mengungguli stock Cooler yang sebelumnya. Pada load LinX, bahkan cooler AMD D3 yang sebelumnya menunjukkan angka yang sangat dekat dengan batas maksimal CPU tersebut.

Tags:

Load Comments

Extreme OC

February 23, 2021 - 0

Review Cooler Master ML360 SUB-ZERO (+ Overclocking Core i9-10900K @ 6 Ghz )

Review Cooler Master ML360 SUB-ZERO (English Version) Cooling in a…
November 28, 2019 - 0

Overclocking Extreme AMD 3rd Gen Ryzen Threadripper 3970X : Rekor Dunia Berjatuhan!

Setelah mengumumkan kemunculannya pada awal November ini, AMD akhirnya meluncurkan…
September 16, 2019 - 0

Overclocking RAM di MSI MPG Z390I Gaming Edge AC : Motherboard Pemecah Rekor DDR4-6000

Lebih Dekat Dengan MSI Z390I Gaming Edge AC – Extreme…
October 10, 2018 - 0

Overclocking Review Gigabyte Z390 AORUS MASTER : Watercooling + LN2 Cooling

VRM Temperature Test 1: Core i5-8600K @ 5.3Ghz 1.4v (Load with…

Easy OC

December 19, 2020 - 0

Easy Overclocking Intel Core i5-10600K & Core i7-10700K

Prosesor Intel Core 10th Gen ‘Comet Lake’ merupakan prosesor yang…
October 11, 2018 - 0

Hands-On Feature: Asus ROG AI Overclocking (di ROG Maximus XI Hero Wi-Fi)

Hasil Pengujian: Pada halaman sebelumnya sudah dibahas mengenai berbagai opsi…
February 16, 2018 - 0

Overclocking RAM Murah dan Mudah: Memory Try It pada MSI A320M Pro-VD/S (Ryzen 3 2200G ‘Raven Ridge’)

Benchmark Sintetis (3DMark Fire Strike – Graphics Score) Berikut ini…
August 21, 2017 - 0

Easy OC Core i9-7900X di MSI X299 Tomahawk Arctic: Enhanced Turbo dan GameBoost

Test – CPU OC Performance Pada keadaan default, Core i9-7900X…

General OC

August 5, 2021 - 0

Test : Overclocking IGP Radeon Vega (Ryzen 7 5700G) di MSI B550I GAMING EGDE WIFI

Prosesor Ryzen 5000 G-series ‘Cezanne’ baru saja hadir untuk DIY…
June 9, 2021 - 0

G.Skill rilis Trident Z Royal Elite DDR4-4000 CL14 32 GB Kit : Kapasitas Besar, Frekuensi Tinggi, Latency Ketat

Sebagai produsen RAM yang nampaknya tidak berhenti mengejar performa tertinggi,…
April 17, 2021 - 0

G.Skill Umumkan Trident Z Royal Elite : Sampai Kecepatan DDR4-5333 CL22

G.Skill, produsen RAM ternama yang terkenal dengan kemampuan overclocking-nya, mengumumkan…
March 30, 2021 - 0

Overclocking & Hands-on Review : Gigabyte Z590I AORUS ULTRA Mini-ITX (di Core i7-10700K)

Generasi motherboard next-gen dari Intel sudah mulai berdatangan, dan ini…