in: Review - VGA | November 19, 2016 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Analisis: Max. Boost Clock pada 5 VGA GeForce GTX 1050 (Colorful, DA, Gigabyte, MSI, Zotac )

gtx1050_jagatoc

Kartu grafis NVIDIA GeForce GTX 1050 (non-Ti) merupakan solusi yang ditawarkan NVIDIA bagi gamer berkantong tipis yang mengincar VGA dengan harga kisaran 2 Juta Rupiah. Meski ditujukan bagi kalangan menengah ke bawah, GTX 1050 menggunakan GPU GP107 yang dirancang berdasarkan arsitektur ‘Pascal’. Spesifikasi GTX 1050 lengkap dapat  Anda saksikan berikut ini:

geforce_gtx_1050_spec

Berbekal 640 CUDA Cores, GTX 1050 akan diposisikan di bawah GTX 1050 Ti. Video RAM 2GB GDDR5 yang dipasang di VGA tersebut memiliki kecepatan relatif tinggi, yakni 1750Mhz (GDDR5-7Gbps), untuk mengimbangi memory controller-nya yang memiliki bus width hanya 128-bit. Yang menarik, adalah rating clockspeed dimana GTX 1050 mendapat rating sekitar 1354Mhz pada keadaan base, dan 1455Mhz pada boost.

Anda yang pernah membaca artikel analisis Boost Clock GeForce GTX 1060 kami yang terdahulu, pastinya mengetahui bahwa seringkali kartu grafis NVIDIA sejak generasi Kepler akan memiliki clockspeed di atas rating yang tertulis. Dan hal ini juga terjadi pada GeForce GTX 1050 Ti, dan juga GTX 1050 (non-Ti).

Berikut ini sedikit penjelasan mengenai Base, Boost, dan Max. Boost Clock pada GeForce GTX 1050 Ti:

 

Mengenal Base Clock, Boost Clock, dan Max. Boost Clock

Seperti yang terjadi pada beberapa generasi semenjak arsitektur Kepler rilis, GPU NVIDIA memiliki konfigurasi clock GPU yang dinamis untuk menyesuaikan dengan load dan temperatur (yang dinamai GeForce Boost Technology).Dengan ini, jika sensor pada GPU mendeteksi bahwa aplikasi yang digunakan tidak memberikan load yang berat, dan masih ada power headroom dan thermal headroom, maka si GPU akan secara otomatis meningkatkan clocknya.

Sayangnya, dengan adanya teknologi ini, nilai clock dari GPU akan memiliki beberapa ‘state’, yakni:

  • Base Clock
  • Boost Clock
  • Max. Boost Clock

Berikut ini screenshot GPU-Z dari MSI GTX 1050 Ti Gaming X 4G:

Keadaan Idle:

idle

Bisa dilihat, dalam keadaan Idle, GPU menurunkan clockspeed-nya ke 202Mhz, dan juga menurunkan mode PCIe ke PCIe 1.1.

 

Keadaan Load – ringan (GPU-Z Render Test):

load

Pada keadaan load, terlihat GPU dideteksi memiliki kecepatan 1797Mhz. Berikut penjelasannya

 

Base vs Boost vs Max Boost

Pada screenshot GPU-Z di atas, di bagian GPU Clock, angka ‘1354Mhz’ GPU Clock merupakan Base Clock,sedangkan ‘1468 Mhz’ adalah Boost clock.

Secara teori, nilai Base Clock menurut NVIDIA adalah nilai ‘worst case’ dimana GPU digunakan semaksimal mungkin dan tidak ada thermal headroom ataupun power headroom untuk mengaktifkan fitur Boost clock. Sedangkan Boost Clock adalah clock minimum saat teknologi Boost masih bisa aktif (yang berarti masih ada power & thermal headroom), lalu masih ada satu state lagi, yakni Max. Boost Clock , yakni clock Maksimum yang diijinkan si GPU saat boost aktif.

Dalam praktiknya, untuk aplikasi gaming yang umum, kami jarang sekali melihat clock GPU GTX 1050 Ti kami turun hingga ke level Base Clock Boost Clock, ataupun Base Clock. Jika anda memerhatikan screenshot GPU-Z di atas dengan seksama, anda akan melihat angka ‘1797 Mhz‘ pada GPU Core Clock, dan inilah clock GPU maksimum yang akan dijumpai saat menjalankan sebagian besar game 3D.

Ada cara mudah melihat Max. Boost Clock dari GPU anda: Buka GPU-Z, lalu klik tanda tanya ‘?’ yang ada di bagian tengah kanan(ada di gambar), lalu jalankan ‘Render Test’ untuk me-load GPU. Saat render test ini aktif barulah anda bisa melihat boost clock maksimal dari VGA anda.

Yang akan membuat keadaan sedikit lebih rumit lagi adalah pada arsitektur Pascal, clock GPU yang sedang aktif akan lebih sering berubah-ubah dibanding generasi sebelumnya. Ini membuat rating clock GPU yang tertera pada GPU-Z (Bagian ‘base’ dan ‘boost’) kadang kurang akurat untuk menggambarkan clockspeed yang sedang berjalan.

 

Pengujian: Mengamati Boost Clock Pada 5 VGA GeForce GTX 1050

FSStressTest

Engineer VGA dari setiap vendor tentunya akan memberikan rating clock GPU yang berbeda-beda, bergantung dari berbagai macam aspek, mulai dari pendingin, rating sirkuit suplai daya, dan juga perhitungan reliabilitas. Sayangnya, dengan mekanisme boost yang semakin advanced di generasi kartu grafis pascal, sangat sulit untuk memperkirakan clockspeed VGA yang berjalan dalam waktu yang lama, bahkan, max clockspeed pada load pendek seperti 3DMark bisa berbeda dari game-load yang memiliki waktu lama.

Kami dari JagatOC, sangat peduli akan clockspeed sebuah komponen saat beroperasi, dan hendak menggali lebih dalam untuk melihat variasi boost clock dari beberapa VGA GTX 1050 yang tersedia di lab, jadi pada pengujian kali ini, kami akan menguji 5(lima) VGA GTX 1050 dengan menggunakan 3DMark Stress Test, untuk melihat seberapa jauh clockspeed bermacam GTX 1050 beroperasi.

 

Metoda Pengujian

Pengujian kami sangat sederhana, yakni menjalankan GPU GTX 1050 (kami menguji 5 tipe kali ini), dengan 3DMark Fire Strike Stress Test(yang berjalan setidaknya 10 menit), lalu mencatat clockspeed-nya menggunakan GPU-Z logging.

Secara spesifik, kami ingin melihat sejauh mana clockspeed VGA berubah-ubah sepanjang stress test berlangsung. Disini kami tidak mencatat perbedaan pada benchmark game, karena variasi clockspeed ini umumnya baru muncul setelah pengujian sudah berjalan setidaknya 5-10 menit.

Clockspeed rata-rata selama menjalankan stress test selama 10 menit ini yang nantinya kami sebut dengan istilah Average Sustained Boost ClockspeedTentunya clockspeed rata-rata yang lebih tinggi akan menandakan performa lebih baik.

 

Testbed

Berikut ini spesifikasi dari sistem testbed yang kami gunakan untuk menguji clockspeed GeForce GTX 1050:

  • Prosesor: Intel Core i3-6100 ‘Skylake’
  • Motherboard: ASUS ROG Maximus 8 Impact
  • RAM: HyperX Fury DDR4-2400 2x8GB
  • SSD: HyperX Fury 120GB
  • PSU: Enermax NAXN 500W
  • OS: Windows 10 64-bit
  • Driver VGA: NVIDIA 375.70

Untuk VGA-nya sendiri kami menggunakan:

1050_alls

  • Colorful GTX 1050 2GB
  • DA GTX 1050 StormX 2GB
  • Gigabyte GTX 1050 G1 Gaming 2GB
  • MSI GTX 1050 Gaming X 2G
  • Zotac GTX 1050 Mini 2GB

Semua VGA akan diuji dengan konfigurasi ‘out-of-the-box’ default, dijalankan dengan bench table(tanpa casing), dengan suhu ambient 25 C.

Berikut pengujiannya, mari disimak!

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7
Tags:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES
Editorial | December 31, 2016 | Comments

JagatOC 2016 Year in Review

Tidak terasa, tahun 2016 sebentar lagi berakhir. Berikut ini, kami dari JagatReview OC Team (a.k.a JagatOC), ingin sedikit melihat kembali berbagai hal seru yang terkait dengan overclocking, mulai dari berbagai
Read More »